Blogger templates

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Space. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Space. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 April 2014

Pusat Luar Angkasa Kennedy


John F. Kennedy Space Center
NASA logo.svg
Kennedy Space Center Headquarters.jpg
Aerial view of KSC Headquarters looking south
Lembaga overview
Dibentuk July 1962
Pendahulu Launch Operations Directorate
Launch Operations Center
Yurisdiksi U.S. federal government
Kantor pusat Merritt Island, Florida
28°31′26,608″LU 80°39′3,055″BT
Karyawan 13,500 (2008)
Anggaran $217 million USD (2008)
Eksekutif Robert D. Cabana, director
Janet E. Petro, deputy director
Lembaga induk NASA
Situs web
NASA KSC home page
Peta
Merritt Island.jpg
KSC shown in white; CCAFS in green
John F. Kennedy Space Center (KSC) adalah fasilitas peluncuran (spaceport) wahana antariksa NASA di Cape Canaveral di Pulau Merritt di Florida, Amerika Serikat. Tempatnya berada di tengah-tengah Miami, Florida dan Jacksonville, Florida. Dia memiliki panjang 55 km dan memiliki lebar sekitar 10 km, mencakup luas wilayah 567 km². Sekitar 17.000 orang bekerja di tempat ini. Fasilitas ini memiliki pusat pengunjung dan tur publik dan KSC merupakan salah satu tujuan pariwisata utama di Florida. Karena banyak wilayah dari KSC dilarang untuk pengembangan, tempat ini juga berfungsi sebagai perlindungan satwa penting.
Sekarang ini operasi dikontrol dari Kompleks Peluncuran 39, di mana terletak Gedung Perakitan Kendaraan. Enam kilometer ke timur dari gedung perakitan adalah dua pad peluncuran. Delapan kilometer ke selatan adalah Wilayah Industri KSC, di mana banyak fasilitas pendukung terletak dan kantor pusat administratif.
Kennedy Space Center hanya menjalankan operasi peluncuran di Kompleks Peluncuran 39. Seluruh operasi peluncuran lainnya dilaksanakan di Cape Canaveral Air Force Station yang dioperasikan oleh Angkatan Udara AS.

Album

International Space Station


Stasiun Luar Angkasa Internasional difoto setelah berpisah dengan Pesawat ulang-alik Discovery, 7 Agustus 2005
Stasiun Luar Angkasa Internasional (bahasa Inggris: International Space Station, ISS) adalah sebuah gabungan rencana stasiun luar angkasa, khususnya Mir 2 Rusia, Stasiun Luar Angkasa Freedom Amerika Serikat dan Fasilitas orbital Columbus Eropa, mewakilkan kehadiran manusia tetap di luar angkasa: telah ditempati oleh paling tidak dua orang sejak 2 November 2000. Setiap kali pergantian awak, keempat awak lama dan baru ada di sana dan juga paling tidak satu pengunjung lainnya.
ISS merupakan projek gabungan dari 16 negara: AS, Rusia, Jepang, Kanada, Brasil dan 11 negara dari Uni Eropa. Dan agensi luar angkasa mereka adalah NASA Amerika, Russian Federal Space Agency, Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), Canadian Space Agency (CSA/ASC), Brazilian Space Agency (Agência Espacial Brasileira) (AEB) dan European Space Agency (ESA).
Stasiun luar angkasa ini terletak di orbit sekitar Bumi dengan ketinggian sekitar 360 km, sebuah tipe orbit yang biasanya disebut orbit Bumi rendah. (Ketinggian persisnya bervariasi sejalan dengan waktu sekitar beberapa kilometer dikarenakan seretan atmosfer dan "reboost". Stasiun ini, rata-rata, kehilangan ketinggian 100 meter perhari.) Dia mengorbit Bumi dengan periode 92 menit; pada 1 Desember 2003 dia telah menyelesaikan 33.500 orbit sejak peluncurannya.
Dia utamanya dilayani oleh Pesawat ulang-alik, dan Soyuz dan Pesawat luar angkasa Progress. Pada 2005 dia masih dalam pembuatan dan berkapasitas 3 awak. Sejauh ini, seluruh awak tetap datang dari program luar angkasa Rusia atau AS. Tetapi ISS telah dikunjungi oleh banyak astronot, beberapa dari mereka bukan dari dua negara di atas (dan juga oleh 2 turis luar angkasa).
Nama "Stasiun Luar Angkasa Internasional" (disingkat "MKS" dalam bahasa Rusia) menandakan sebuah penyelesaian netral mengakhiri perselisihan pendapat tentang namanya. Awalnya ingin dinamakan "Stasiun Luar Angkasa Alpha" namun ditolak oleh Rusia, karena akan dikira stasiun itu adalah sesuatu yang baru, namun Uni Soviet telah mengoperasikan delapan stasiun orbital jauh sebelum ISS diluncurkan (lihat Stasiun Luar Angkasa). Usulan Rusia kepada namanya adalah "Atlant" ditolak oleh Amerika Serikat karena khawatir kemiripan nama dengan Atlantis, nama benua legenda yang tenggelam ke lautan. Penggunaan Atlantis juga akan menyebabkan kebingungan dengan Pesawat ulang alik Atlantis.

Sejarah

Awalnya direncanakan sebagai sebuah "Stasiun Angkasa Freedom" NASA dan dipromosikan oleh Presiden Reagan, dan kemudian diketahui terlalu mahal. Setelah berakhirnya Perang Dingin, proyek ini diadakan kembali sebagai proyek gabungan NASA dan Rosaviakosmos Russia. Pada 1 Desember 1987, NASA mengumumkan empat nama perusahaan AS yang akan diberikan kontrak untuk menolong membuat bagian buatan-AS dari Stasiun Angkasa: Boeing Aerospace, Astro-Space Division General Electric, McDonnell Douglas, dan Rocketdyne Division Rockwell.
Kosmonot Sergei Krikalev di dalam Zvezda Service Module, November 2000
Seksi pertama ditaruh di orbit pada 1998. Dua bagian lainnya ditambahkan sebelum awak pertama dikirim. Awak pertama tiba pada 2 November, 2000 dan terdiri dari astronot AS William Shepherd dan dua kosmonot Russia, Yuri Gidzenko dan Sergei Krikalev. Mereka memutuskan untuk memanggil stasiung angkasa tersebut "Alpha" tetapi penggunaan nama tersebut dibatasi hanya misi mereka.
ISS ternyata jauh lebih mahal dari perkiraan awal NASA dan jadwalnya sering terlambat. Pada 2003 stasiun ini masih belum bisa menempatkan tujuh awak seperti yang diperkirakan, dan oleh karena itu membatasi jumlah ilmiah yang dapat dilakukan dan membuat partner Eropa dalam proyek tersebut marah. Pada Juli 2004 NASA setuju untuk menyelesaikan stasiun ke tahap di mana stasiun ini akan dapat ditempati oleh 4 awak dan akan meluncurkan seksi tambahan seperti modul eksperimen Jepang. NASA akan melanjutkan menangani konstruksi dan Rusia akan terus meluncurkan dan mengganti awak stasiun.
Menurut konfigurasi pada 2003, stasiun ini memiliki massa 187,016 kg dan memiliki tempat hidup 425 m³. Ukurannya adalah panjang 73m, lebar 52m, dan tinggi 27,5 m. Operasi telah melibatkan 16 Space Shuttle Amerika dan 22 Russia. Penerbangan Rusia, 8 diantaranya berawak dan 14 tidak berawak. Konstruksi membutuhkan 51 jalan angkasa, 25 di antaranya menggunakan-shuttle dan 26 menggunakan-ISS. Jumlah waktu jalan angkasa di statsiun telah mencapai 318 jam, 37 menit.

Program Apollo


Lencana dari Program Apollo
Program Apollo adalah serangkaian misi luar angkasa berawak yang dilaksanakan oleh Amerika Serikat (NASA) menggunakan pesawat antariksa Apollo dan roket Saturn, dilaksanakan selama tahun 1961-1975. Program ini didedikasikan untuk cita-cita (dari perkataan terkenal Presiden Amerika Serikat, John F. Kennedy) "mendaratkan seorang manusia di Bulan dan mengembalikannya dengan selamat ke Bumi" selama dekade 1960-an. Cita-cita ini dicapai oleh misi Apollo 11 pada Juli 1969.
Program diteruskan hingga awal 1970-an untuk melakukan eksplorasi ilmiah di Bulan, dengan total enam pendaratan sukses. Hingga 2006, tidak ada lagi misi luar angkasa berawak yang melebihi orbit bumi rendah. Program Skylab yang dibuat kemudian, dan Proyek Percobaan Apollo-Soyuz menggunakan perlengkapan yang awalnya diproduksi untuk Apollo dan sering dianggap sebagai bagian dari program Apollo.
Di luar keberhasilan tersebut, terdapat beberapa kegagalan besar; salah satu di antaranya mengakibatkan tewasnya tiga astronot, Virgil Grissom, Ed White dan Roger Chaffee dalam peristiwa kebakaran landasan peluncuran Apollo 1. Ada juga ledakan pada misi Apollo 13 yang hampir menewaskan tiga astronotnya. Pelepasan gas beracun selama masuk kembali ke atmosfer Bumi dalam pesawat Proyek Percobaan Apollo-Soyuz hampir juga menewaskan tiga astronot lagi.
Program Apollo dinamai berdasarkan dewa matahari Yunani kuno.

Latar belakang

Tempat pendaratan pesawat ruang angkasa "Apollo" (ditandai dengan segitiga hijau) dan pesawat ruang angkasa "Luna" (merah) dan "Surveyor" (kuning).
Program Apollo semula disusun terlambat pada masa pemerintahan Presiden Dwight D. Eisenhower sebagai program lanjutan dari Program Mercury dalam melakukan misi mengorbit Bumi berawak yang lebih maju. Faktanya Apollo menjadi program ketiga setelah Program Gemini. Program Apollo secara dramatis diorientasikan kembali menjadi sebuah cita-cita agresif pendaratan manusia di Bulan oleh Presiden Kennedy dengan pengumumannya di sesi gabungan istimewa sidang Kongres AS pada 25 Mei 1961:
"..Saya percaya bahwa bangsa ini sebaiknya melibatkan diri dalam mencapai cita-cita, sebelum dasawarsa ini berakhir, mendaratkan seorang manusia di Bulan dan mengembalikannya dengan selamat ke Bumi. Tak ada satu pun proyek luar angkasa pada periode ini yang akan lebih mengesankan bagi umat manusia, atau lebih penting lagi pada eksplorasi luar angkasa jangka panjang; dan tak ada satu pun yang akan begitu sulit atau mahal untuk menyelesaikan.."

Penjelajahan angkasa


Ketinggian dari pesawat penjelajah angkasa biasanya berada pada aras termosfer
Penjelajahan angkasa adalah eksplorasi fisik dari benda di luar Bumi dan biasanya menyangkut teknologi, ilmu pengetahuan, dan politik yang berhubungan dengan luar angkasa. Salah satu yang paling terkenal dan aspek penting dari penjelajahan angkasa adalah pendaratan manusia pertama di bulan dalam perlombaan angkasa antara Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dari fiksi ke kenyataan

Ide mengirim objek ke angkasa terdapat di dalam pikiran dari banyak penulis sains fiksi ratusan tahun sebelum hal itu menjadi kenyataan. Beberapa karya ini juga menulis penggambaran bagaimana hal tersebut dapat dilakukan. Pada abad 20, dengan pengembangan propulsi teknologi yang cukup, material yang kuat dan ringan dan terobosan teknologi dan sains lainnya, ide misi luar-bumi tidak lagi hanya sekedar impian tapi suatu kenyataan.
Museum National Air and Space (National Air and Space Museum, NASM) di National Mall di Washington, D.C. memajang sebuah contoh batu bulan yang dapat dilihat dan disentuh oleh masyarakat, sebuah kapsul Gemini dan roket Soviet. Steven F. Udvar-Hazy Center di Dulles International Airport di Virginia Utara menampilkan banyak teknologi aerospace dalam satu tempat: Pesawat luar angkasa Enterprise, sebuah Concorde dan beberapa pesawat lainnya. Museum Space & Rocket Center A.S di Huntsville, Alabama dekat dengan Redstone Arsenal menampilkan banyak perangkat angkasa, termasuk replika roket Saturn V Apollo 11 ukuran-penuh, Apollo asli, dan kapsul pelatih luar-angkasa Merkurius, dan kapsul luar angkasa Apollo 16 asli.
Lihat juga: Blue Marble, sebuah gambar tahun 1972 yang diambil oleh Program Apollo

Garis waktu penjelajahan angkasa

1957-1975

Tanggal Kesuksesan pertama Negara Nama misi
1946 Hewan di angkasa (lalat buah) US flag 48 stars.svg USA-ABMA V2
21 Agustus 1957 ICBM Flag of the Soviet Union.svg USSR R-7/SS-6 Sapwood
4 Oktober 1957 Satelit buatan Flag of the Soviet Union.svg USSR Sputnik 1
3 November 1957 Hewan di orbit (anjing) Flag of the Soviet Union.svg USSR Sputnik 2
3 Januari 1958 Pendeteksian Sabuk Van Allen US flag 48 stars.svg USA-ABMA Explorer I
18 Desember 1958 Satelit komunikasi US flag 48 stars.svg USA-ABMA Project SCORE
14 September 1959 Probe ke Bulan Flag of the Soviet Union.svg USSR Luna 2
17 Februari 1959 Satelit cuaca US flag 48 stars.svg USA-NASA (NRL)1 Vanguard 2
7 Agustus 1959 Foto Bumi dari angkasa US flag 49 stars.svg USA-NASA Explorer 6
18 Agustus 1960 Reconnaissance satellite Flag of the United States.svg USA-Air Force KH-1 9009
12 April 1961 Manusia di orbit Flag of the Soviet Union.svg USSR Vostok 1
18 Maret 1965 Aktivitas extra-vehicular Flag of the Soviet Union.svg USSR Voskhod 2
15 Desember 1965 Rendezvous orbital2 Flag of the United States.svg USA-NASA Gemini 6A/Gemini 7
1 Maret 1966 Probe ke planet lain Flag of the Soviet Union.svg USSR Venera 3
21 Juli 1969 Manusia di Bulan Flag of the United States.svg USA-NASA Apollo 11
23 April 1971 Stasiun angkasa Flag of the Soviet Union.svg USSR Salyut 1
15 Juli 1975 Misi gabungan pertama A.S.-USSR Flag of the Soviet Union.svg USSR Flag of the United States.svg USA-NASA Apollo-Soyuz Test Project
1Projek Vanguard ditransfer dari NRL ke NASA sesaat sebelum peluncuran.
2Uni Soviet telah mencoba rendezvous lebih awal pada 125 Agustus 1962; Namun, Vostok 3 dan Vostok 4 hanya berjarak lima kilometer satu sama lain, dand berada dalam bidang orbit yang berbeda. Pravda tidak menyebut informasi ini dan menandakan bahwa rendezvous telah dilaksanakan.

Kapal angkasa penggunaan ulang

Space Shuttle Columbia beberapa detik setelah penyalaan mesin, 1981 (NASA)
Kapal angkasa penggunaan ulang pertama (shuttle angkasa) diluncurkan oleh AS pada perayaan tahunan ke-20 penerbangan Gagarin, 12 April 1981. Pesawat angkasa penggunaan ulang pertama (dan sejauh ini) otomatis adalah Buran, diluncurkan oleh USSR pada 15 November 1988.

MISI TAK BERAWAK

Program Luna

Program Luna (dari kata Rusia "Luna" yang berarti "Bulan"), kadang disebut Lunik atau Lunnik, adalah serangkaian misi luar angkasa tak berawak ke Bulan milik Uni Soviet antara 1959 dan 1976. Tiap wahana terdiri dari dua bagian, orbiter dan pendarat, dengan lima belas missi di antaranya sukses, dan seringkali menjadi 'yang pertama' dalam penjelajahan antariksa. Misi-misi tersebut juga melaksanakan banyak eksperimen, mempelajari komposisi kimia, gravitasi, suhu, dan radiasi Bulan. Dua puluh empat wahana antariksa secara resmi diberi nama Luna, meskipun jumlah yang diluncurkan lebih banyak dari itu. Misi-misi yang gagal mengorbit tidak diumumkan di depan umum pada saat itu dan tidak diberi nomor sebagai bagian dari program Luna, dan misi-misi yang gagal di orbit rendah Bumi biasanya diberi nama Cosmos [1]. Perkiraan biaya Program Luna adalah sekitar 4,5 miliar dollar.

Pencapaian

Luna 1 kehilangan tujuannya untuk menabrak Bulan dan menjadi wahana antariksa pertama yang jatuh ke dalam orbit mengitari Matahari.
Pada 1959, misi Luna 2 berhasil menabrak permukaan bulan, menjadi obyek buatan manusia pertama yang mencapai Bulan.
Luna 3 mengelilingi Bulan pada akhir tahun tersebut, dan mengirimkan foto pertama sisi jauh bulan yang tidak pernah dapat dilihat dari Bumi.
Luna 9 menjadi wahana pertama yang melakukan 'pendaratan lunak' pada obyek planeter (Februari 1966), mengirimkan lima foto hitam putih panorama sirkular stereoskopik, yang merupakan foto close-up pertama permukaan Bulan. Pada akhir tahun tersebut Luna 10 menjadi satelit buatan pertama yang mengelilingi Bulan.
Luna 17 dan Luna 21 membawa kendaraan yang menjelajahi dataran Bulan (lihat Program Lunokhod).
Pencapain besar program Luna lainnya, dengan wahana Luna 16, Luna 20 dan Luna 24, adalah pengumpulan sampel tanah bulan dan membawanya ke Bumi, pada 1970. Program tersebut membawa 0,326 kg batuan Bulan. Misi Luna adalah eksplorasi antariksa pertama yang membawa sampel dari luar angkasa dengan mengandalkan robot.

Program Pioneer


Pioneer 10 systems diagram.svg
Program Pioneer adalah serangkaian misi ruang angkasa berawak Amerika Serikat yang dirancang untuk sebuah eksplorasi planet. Ada sejumlah misi tersebut dalam program, tetapi yang paling terkenal adalah Pioneer 10 dan Pioneer 11, yang mengeksplorasi planet luar dan meninggalkan tata surya. Masing-masing membawa sebuah plakat emas, yang menggambarkan seorang pria dan seorang wanita dan informasi tentang asal-usul dan pencipta probe, harus ada makhluk luar angkasa menemukan mereka suatu hari nanti.
Kredit untuk penamaan probe pertama telah dikaitkan dengan Stephen A. Saliga, yang telah ditugaskan untuk Orientasi Kelompok Angkatan Udara, Wright-Patterson AFB, sebagai desainer kepala Angkatan Udara. Sementara ia berada di briefing, pesawat ruang angkasa digambarkan kepadanya sebagai "kendaraan lunar-orbit dengan perangkat pemindaian inframerah". Saliga pikir judul terlalu panjang dan tidak memiliki tema untuk desain pameran. Dia menyarankan "Pioneer" sebagai nama probe karena "Angkatan Darat telah diluncurkan dan mengorbit satelit Explorer dan mereka Kantor Informasi Publik mengidentifikasi Angkatan Darat sebagai 'Perintis in Space'", dan dengan mengadopsi nama Angkatan Udara akan "membuat 'lompatan kuantum' untuk yang benar-benar [adalah] 'Perintis di ruang angkasa'".

Program Zond

Zond Assembly.jpg
Zond (Зонд, Rusia: "probe") adalah sebuah nama yang diberikan untuk dua seri yang berbeda dari program luar angkasa berawak Soviet yang dilakukan 1964-1970. Seri pertama berdasarkan penyelidikan planet 3mV dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi tentang planet di dekatnya. Seri kedua dari tes pesawat ruang angkasa menjadi prekursor untuk penerbangan berawak lingkaran circumlunar menggunakan varian stripped-down dari pesawat ruang angkasa Soyuz, yang terdiri dari layanan dan keturunan modul, tapi kurang pada modul orbital.


Program Ranger


Ranger Block 1 scientific experiments.jpg
1964 71395L-Ranger.jpg
Ranger 6789.svg
Program Ranger adalah serangkaian misi luar angkasa berawak oleh Amerika Serikat pada tahun 1960 yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan gambar close-up pertama dari permukaan Bulan. Pesawat ruang angkasa Ranger yang dirancang untuk mengambil gambar dari permukaan bulan, kembali dengan gambar-gambar sampai mereka hancur pada benturan (impact). Serangkaian kecelakaan, menyebabkan kegagalan dari enam penerbangan pertama. Pada satu titik, program ini disebut "tunas dan harapan".[1] Kongres meluncurkan sebuah investigasi "masalah manajemen" di Markas NASA dan Jet Propulsion Laboratory.[2] Setelah reorganisasi organisasi dua kali, Ranger 7 berhasil kembali mengambil gambar pada bulan Juli 1964, diikuti oleh dua misi lebih sukses.
Ranger awalnya dirancang, dimulai pada tahun 1959, dalam tiga tahap yang berbeda, yang disebut "blok". Setiap blok memiliki tujuan misi yang berbeda dan desain sistem semakin lebih maju. Desainer misi JPL direncanakan beberapa peluncuran di setiap blok, untuk memaksimalkan pengalaman teknik dan nilai ilmiah dari misi dan untuk memastikan setidaknya satu penerbangan sukses. Jumlah penelitian, pengembangan, peluncuran, dan dukungan biaya untuk seri pesawat ruang angkasa Ranger (Rangers 1 sampai 9) adalah sekitar $ 170 juta.

Program Mariner


Peluncuran Mariner 1 tahun 1962
Program Mariner adalah program yang dilancarkan oleh NASA dan Jet Propulsion Laboratory (JPL)[1] yang mengirim serangkaian wahana antarplanet untuk menyelidik Mars, Venus, dan Merkurius[2] dari tahun 1962 hingga 1973. Program ini merupakan yang pertama dalam berbagai hal, seperti yang pertama melakukan flyby planet, citra pertama dari planet lain, pengorbit planet pertama, dan manuver bantuan gravitasi pertama.
Dari sepuluh wahana dalam program mariner, tujuh berhasil menjalankan misinya sementara tiga gagal.[3] Mariner 11 dan Mariner 12 diubah menjadi Voyager 1 dan Voyager 2 dalam program Voyager,[4] sementara Viking 1 dan Viking 2 merupakan versi Mariner 9 yang diperbesar. Wahana berbasis Mariner lain juga diluncurkan setelah Voyager, yaitu wahana Magellan di Venus dan Galileo di Yupiter. Wahana Mariner generasi kedua, yaitu Mariner Mark II, dikembangkan menjadi Cassini–Huygens yang mengorbit Saturnus.

Program Surveyor


Apollo12ConradSurveyor.jpg
Surveyor lander.png
Program Surveyor adalah sebuah program NASA dari tahun 1966 sampai 1968, mengirimkan tujuh pesawat robot ruang angkasa ke permukaan Bulan. Tujuan utamanya adalah untuk menunjukkan kelayakan pendaratan lembut di Bulan. Misi menyerukan pesawat untuk perjalanan langsung ke Bulan pada dampak lintasan, pada sebuah perjalanan yang berlangsung 63-65 jam, dan berakhir dengan perlambatan lebih dari tiga menit untuk pendaratan-lunak. Program ini dilaksanakan oleh NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) untuk mempersiapkan program Apollo. Total biaya program Surveyor secara resmi $ 469.000.000.
Lima dari pesawat Surveyor berhasil mendarat-soft di bulan, termasuk yang pertama. Dua lainnya gagal: Surveyor 2 jatuh pada kecepatan tinggi setelah koreksi di tengah jalan gagal, dan Surveyor 4 hilang untuk menghubungi (mungkin meledak ) 2,5 menit sebelum dijadwalkan sentuhan-down.
Ketujuh pesawat ruang angkasa masih di Bulan, tidak satupun dari misi termasuk mengembalikan mereka ke Bumi. Beberapa bagian dari Surveyor 3 yang kembali ke bumi oleh awak Apollo 12, yang mendarat dekat itu pada tahun 1969. Kamera dari pesawat ini dipamerkan di Air and Space Museum Nasional di Washington , DC.

Program Viking



Viking Orbiter releasing the lander.jpg
Penggambaran wahana pengorbit Viking melepas wahana pendarat
Operator NASA
Tipe misi 2 pengorbit dan 2 pendarat
Tanggal perluncuran Viking 1: 1975-08-20 21:22:00 UTC
 (8 tahun, 3 bulan, dan 9 hari ago)
Viking 2: 1975-09-09 18:39:00 UTC
 (8 tahun, 3 bulan, dan 9 hari ago)
Wahana peluncur Viking 1: Titan III-E/Centaur
Viking 2: Titan III-E/Centaur
Tempat peluncuran Launch Complex 41
Cape Canaveral Air Force Station
Durasi misi Viking 1
 Orbiter: 1976-07-19 to 1980-08-17
 Lander: 1976-07-20 to 1982-11-13
Viking 2
 Orbiter: 1976-08-07 to 1978-07-25
 Lander: 1976-09-03 to 1980-04-11
ID COSPAR Viking 1
 Pengorbit: 1975-075A
 Pendarat: 1975-075C
Viking 2
 Pengorbit: 1975-083A
 Pendarat: 1975-083C
Berat 3.527 kilogram (7,780 lb) (kedua misi)
Tenaga Pengorbit: 620 W (solar array)
Pendarat: 70 W (dua satuan RTG)
Program Viking adalah misi NASA yang mengirim dua wahana angkasa ke planet Mars. Wahana tersebut bernama Viking 1 dan Viking 2.[1] Masing-masing wahana terdiri dari pengorbit dan pendarat. Wahana pengorbit mengambil citra Mars selama mengelilingi planet tersebut dan mengirim informasi ke Bumi. Wahana pendarat mengumpulkan data ilmiah di permukaan planet.
Kedua wahana Viking diluncurkan pada tahun 1975 dan keduanya mencapai Mars pada tahun 1976. Ilmuwan memilih tempat pendaratan berdasarkan dari citra yang diambil oleh wahana pengorbit. Kemudian wahana pendarat tersebut dilepas dari pengorbit dan turun ke tempat pendaratannya. Wahana pengorbit masih mengambil gambar sementara wahana pendarat mempelajari permukaan planet. Semua wahana angkasa terus bekerja untuk waktu yang lebih lama dari yang direncanakan. Namun, pada akhirnya wahana-wahana tersebut berhenti beroperasi. Pengorbit Viking 2 berhenti beroperasi pada tahun 1978, pengorbit Viking 1 dan pendarat Viking 2 pada tahun 1980, dan pendarat Viking 1 pada tahun 1982.
Program Viking menghabiskan biaya sebesar $1 miliar.

Program Voyager


Program Voyager adalah rangkaian misi luar angkasa Amerika Serikat. Misi ini meliputi peluncuran dua pesawat angkasa tak berawak, yaitu Voyager 1 dan Voyager 2. Keduanya diluncurkan pada tahun 1977 dengan alasan untuk memanfaatkan deretan planet yang sesuai pada akhir 1970-an. Tujuan utama peluncuran misi ini adalah untuk mempelajari Yupiter dan Saturnus, tetapi dua pesawat tersebut mampu melanjutkan perjalanan mereka hingga ke tata surya luar. Saat ini mereka sedang berada dalam perjalanan keluar tata surya. Pesawat-pesawat tersebut dibangun di JPL dan didanai oleh NASA. Voyager 1 saat ini merupakan objek buatan manusia terjauh dari Bumi.
Dari misi ini, berhasil dikumpulkan data mengenai raksasa gas di tata surya, yang sebelumnya kurang diketahui.

Program Phobos



Phobos Marte.jpg
Penggambaran wahana Phobos
Operator IKI
Tipe misi Pengorbit
Satelit dari Mars
Tanggal memasuki orbit 29 Januari 1989
Tanggal perluncuran 12 Juli 1988
Wahana peluncur Roket Proton-K
ID COSPAR 1988-059A
Situs web Misi Phobos
Berat 2600 kg (6220 kg dengan perangkat keras insersi orbit)
Program Phobos (bahasa Rusia: Фобос, Fobos, bahasa Yunani: Φόβος) adalah misi tak berawak yang terdiri dari dua wahana yang diluncurkan oleh Uni Soviet untuk mempelajari Mars dan satelit alaminya, Phobos dan Deimos. Phobos 1 diluncurkan pada tanggal 7 Juli 1988, dan Phobos 2 pada tanggal 12 Juli 1988, masing-masing di atas roket Proton-K. Phobos I mengalami kegagalan saat perjalanan ke Mars. Phobos 2 mencapai orbit Mars dan mengirim 38 gambar dengan resolusi hingga 40 meter, namun kehilangan komunikasi sebelum melepas wahana pendarat Phobos.
Phobos 1 dan 2 merupakan rancangan wahana angkasa yang baru, yang merupakan penerus dari jenis yang digunakan dalam misi Venera tahun 1975–1985, dan terakhir kali digunakan selama misi Vega 1 dan Vega 2 ke komet Halley. Masing-masing wahana Phobos memiliki massa sebesar 2.600 kilogram (6.220 kg dengan perangkat insersi orbit).


Program Discovery


InSight
Program Discovery NASA adalah serangkaian program dengan biaya rendah, berfokus pada ilmuwan Amerika dalam menjelajahi Tata Surya. Program ini didirikan pada tahun 1992 untuk melaksanakan visi Daniel S. Goldin mengenai misi planet yang "Lebih cepat, Lebih baik, Lebih murah". Misi program Discovery berbeda dari misi NASA tradisional di mana sasaran dan tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Sebaliknya, misi biaya terbatas ini diusulkan dan dipimpin oleh seorang ilmuwan disebut Principal Investigator (PI). Mengusulkan tim yang mungkin termasuk orang-orang dari industri, usaha kecil, laboratorium pemerintah, dan universitas. Proposal yang dipilih melalui proses peer review kompetitif. Semua misi Discovery telah selesai dan melampaui batasan ilmu pengetahuan dan menambahkan pengetahuan mengenai Tata Surya.
NASA juga menerima proposal untuk dipilih secara kompetitif peluang Misi Program Discovery. Hal ini memberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam misi non-NASA dengan menyediakan dana untuk instrumen sains atau komponen perangkat keras dari instrumen ilmu pengetahuan atau untuk mengubah tujuan pesawat ruang angkasa NASA yang ada.